
Dari kiri; Dr. Muhajirin, SSn., MPd., Ketua Askrina (Agus Sriyono, SSn.), Nurohmad, SSn., (Kurator Undagi 2026), Rosanto Bima Pratama (Kurator Festival Seni Ornamen. (Foto: Bima)
Yogyakarta —22 Mei 2026 | Program Studi Kriya Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta menggelar kegiatan “Kriya Artist Talk #1” pada Jumat, 22 Mei 2026 di PLA FBSB UNY lantai 3. Kegiatan ini mengangkat tema “Kriya dulu, sekarang, dan yang akan datang” dengan menghadirkan diskusi mengenai perkembangan seni kriya dari masa ke masa.
Acara tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi seni kriya yang membahas posisi seni kriya di tengah perkembangan industri kreatif, pentingnya inovasi, serta upaya menjaga identitas budaya Indonesia melalui karya kriya kontemporer.

Peserta ArtisTalk tampak antusias mengikuti jalannya acara. (Foto: (Bima)
Diskusi dipandu oleh moderator Dr. Muhajirin, S.Sn., M.Pd. Suasana forum berlangsung hangat dan interaktif dengan antusiasme peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta pegiat seni dan budaya.
Selain menjadi ruang diskusi akademik dan artistik, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang sosialisasi program seni budaya mendatang, yaitu Pameran Undagi 2026 dan Festival Seni Ornamen. Kedua agenda tersebut direncanakan menjadi ruang apresiasi, kolaborasi, dan pengembangan jejaring bagi seniman, kriyawan, mahasiswa, serta pelaku industri kreatif di Indonesia.
Nurohmad, SSn., salah satu Tim Kurator UNDAGI, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pameran besar seni kriya “Undagi” sejak awal telah mengusung konteks “kriya dulu, sekarang, dan yang akan datang” dengan menghadirkan perpaduan nilai kriya heritage, populer, serta kriya individu sebagai bentuk ekspresi personal para kriyawan. Konsep tersebut menjadi upaya untuk menjembatani tradisi dan perkembangan seni kriya kontemporer dalam satu ruang apresiasi yang lebih luas dan inklusif.

Ketua Askrina (Agus Sriyono, SSn., menandatangani MoU dengan Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya UNY. (Foto: Bima)
Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ASKRINA (Asosiasi Kriyawan Republik Indonesia) dengan FBSB UNY. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan komunitas kriyawan dalam bidang pendidikan, pengembangan seni kriya, penelitian, pameran, serta program pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini diharapkan tercipta ruang yang lebih luas bagi mahasiswa dan pelaku seni kriya untuk berjejaring, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi seni budaya Indonesia.
Melalui kegiatan ini, FBSB UNY bersama ASKRINA berharap dapat memperkuat ekosistem seni kriya sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru dalam pengembangan seni dan budaya berbasis kearifan lokal. (Uung-Admin)
