
Dari kiri; Dunadi (Ketua IKASSRI), Ledek Sukadi (Seniman), dr. Oei Hong Djien Pembuka Pameran “RAGAM #8” IKASSRI. (Foto: ASKRINA)
Yogyakarta, 30 Mei 2026 – Ikatan Alumni Sekolah Seni Rupa Indonesia (IKASSRI) kembali menggelar Pameran Seni Rupa bertajuk RAGAM #8, sebuah agenda dua tahunan yang menjadi ruang apresiasi karya sekaligus ajang silaturahmi bagi alumni, guru, siswa, dan keluarga besar SSRI–SMSR–SMK Negeri 3 Kasihan Yogyakarta.
Pameran yang telah memasuki penyelenggaraan kedelapan ini menampilkan lebih dari 100 seniman peserta. Tidak hanya melibatkan alumni SSRI/SMSR, kegiatan ini juga diikuti oleh guru aktif, guru purna tugas, serta siswa yang berpartisipasi melalui program IKASSRI Award.
Ketua Penyelenggara Pameran, Agus Sriyono, S.Sn., yang juga Ketua ASKRINA, mengatakan bahwa konsistensi penyelenggaraan pameran selama lebih dari 15 tahun merupakan capaian yang membanggakan bagi organisasi alumni tersebut.

Ketua Penyelenggara Pameran, Agus Sriyono, SSn., sedang memberikan penghargaan pada peraih IKASSRI Award. (Foto: Askrina)
“Pameran ini telah berlangsung delapan kali dan diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Ini menunjukkan komitmen IKASSRI dalam menjaga ruang apresiasi seni rupa sekaligus mempererat hubungan antar alumni,” ujarnya.
Menurut Agus, kehadiran alumni dari berbagai daerah di Indonesia menjadi bukti bahwa IKASSRI tidak hanya berfungsi sebagai organisasi alumni, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi yang terus hidup dan berkembang.
Pembukaan pameran ini dihadiri pula oleh Butet Kartaredjasa yang merupakan alumni SSRI tahun 1982.

Para seniman, Nasirun dkk, sedang berbincang dengan dr. Oei Hong Djien. (Foto: Askrina)
Ketua IKASSRI, Dunadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema RAGAM mencerminkan keberagaman pengalaman, gagasan, medium, dan pendekatan artistik yang dimiliki para seniman alumni dari berbagai generasi.
“Dalam pameran ini, Ragam bukan hanya tentang perbedaan bentuk karya, tetapi juga tentang keberagaman ingatan dan cara setiap seniman memaknai kehidupan. Seni lahir dari banyak pengalaman yang saling melengkapi,” ungkapnya.
Pembukaan pameran dilakukan oleh kolektor dan penikmat seni asal Magelang, Oei Hong Djien. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi IKASSRI yang mampu mengumpulkan alumni dan menyelenggarakan pameran secara berkelanjutan selama bertahun-tahun. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Dunadi yang dinilainya berhasil menjaga semangat kebersamaan para alumni melalui berbagai kegiatan seni rupa.

Para tamu undangan dan para seniman mengikuti acara pembukaan Pameran “RAGAM #8”. (Foto: ASKRINA)
Pada kesempatan yang sama, panitia juga mengumumkan pemenang IKASSRI Award, program penghargaan yang ditujukan untuk mendorong kreativitas siswa. Ketua Bidang IKASSRI Award, Dr. Arif Suharson, M.Sn., menjelaskan bahwa dari 22 nominator telah dipilih tujuh kategori penghargaan, yaitu Seni Lukis, Keramik, Animasi, Desain Komunikasi Visual (DKV), Kriya Kayu, Patung, dan Seni Batik. Para pemenang memperoleh sertifikat penghargaan, trofi, serta uang pembinaan dari IKASSRI. Menurut Arif, IKASSRI Award merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap generasi penerus sekaligus upaya menjaga mutu pendidikan seni rupa.
“IKASSRI Award diharapkan menjadi jembatan sinergi antargenerasi, tempat alumni menguatkan dan adik-adik kelas bertumbuh dalam proses kreatif yang berakar pada budaya dan bergerak dengan inovasi,” katanya.
Selain pameran utama, kegiatan ini juga diramaikan dengan bazar seni yang menghadirkan berbagai karya seniman alumni. Pengunjung dapat mengoleksi karya seni dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp5.000.000.,-

Dari kiri; Hery Maizul (Seniman), Dunadi (Ketua IKASSRI), dr. Oei Hong Djien, dan Nasirun (Seniman) (Foto: Askrina)
Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Banyak alumni dari berbagai kota memanfaatkan momentum ini sebagai ajang reuni dan memperkuat jejaring kreatif yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Melalui RAGAM #8, IKASSRI kembali menegaskan perannya sebagai ruang pertemuan lintas generasi yang menjaga kesinambungan nilai-nilai seni rupa, memperkuat solidaritas alumni, serta mendorong lahirnya kreativitas baru bagi perkembangan seni rupa Indonesia. (Uung-Admin)
